Model
Social Intelligence
Pada tahun 2005, Karl Albrecht mengusulkan
sebuah model social intelligence yang terdiri dari lima poin dalam bukunya
Social Intelligence : The New Science of Success, yaitu “SPACE”.
1) Situational awareness (kesadaran Situasional)
Makna dari kesadaran ini adalah sebuah kehendak untuk bisa memahami dan peka akan kebutuhan serta hak orang
lain. Contohnya, apabila ada orang yang
merokok di ruang ber AC atau yang merokok di ruang terbuka dan menghembuskan
asap secara serampangan pada semua orang disekitarnya, maka orang tersebut
masih kurang rasa kesadaran situsionalnya.
2) Presence (Kehadiran)
Bagaimana etika penampilan Anda, tutur kata, dan sapa yang Anda bentangkan, gerak tubuh ketika bicara dan mendengarkan adalah sejumlah aspek yang tercakup dalam elemen ini. Setiap orang pasti akan meninggalkan impresi yang berlainan tentang mutu presense yang dihadirkannya.
Bagaimana etika penampilan Anda, tutur kata, dan sapa yang Anda bentangkan, gerak tubuh ketika bicara dan mendengarkan adalah sejumlah aspek yang tercakup dalam elemen ini. Setiap orang pasti akan meninggalkan impresi yang berlainan tentang mutu presense yang dihadirkannya.
3) Authenticity (Keaslian) S inyal dari perilaku
kita yang akan membuat orang lain menilai kita sebagai
orang yang layak dipercaya (trusted), jujur, terbuka, dan mampu menghadirkan
sejumput ketulusan. Elemen ini amat penting sebab hanya
dengan aspek inilah kita bisa membentangkan berjejak relasi yang mulia nan
bermartabat.
4) Clarity (Kejelasan)
Aspek ini menjelaskan sejauh mana kita dibekali kemampuan untuk menyampaikan gagasan dan ide kita secara renyah nan persuasif sehingga orang lain bisa menerimanya dengan tangan terbuka. Acap kita memiliki gagasan yang baik, namun gagal mengkomunikasikannya secara cantik sehingga atasan atau rekan kerja kita tidak berhasil diyakinkan.
Aspek ini menjelaskan sejauh mana kita dibekali kemampuan untuk menyampaikan gagasan dan ide kita secara renyah nan persuasif sehingga orang lain bisa menerimanya dengan tangan terbuka. Acap kita memiliki gagasan yang baik, namun gagal mengkomunikasikannya secara cantik sehingga atasan atau rekan kerja kita tidak berhasil diyakinkan.
5) Empathy (Empati) Aspek ini merujuk pada sejauh mana kita bisa berempati pada pandangan dan gagasan orang lain. Dan juga sejauh mana kita memiliki ketrampilan untuk bisa
mendengarkan dan memahami maksud pemikiran
orang lain.
Daniel Goleman mengusulkan bahwa kecerdasan sosial terdiri dari:
ü Kesadaran sosial (termasuk empati dan kognisi sosial
)
ü Fasilitas sosial (termasuk sinkroni, presentasi-diri
, pengaruh , dan kepedulian)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar