Kecerdasan
Kecerdasan adalah anugerah istimewa yang dimiliki oleh manusia. Dengan
kecerdasan, manusia mampu memahami segala fenomena
kehidupan secara mendalam. Dengan kecerdasan pula, manusia mampu
mengetahui suatu kejadian kemudian mengambil hikmah dan pelajaran dari kejadian
tersebut. Manusia menjadi lebih beradab dan menjadi bijak. Oleh karena itu,
kecerdasan sangat diperlukan oleh manusia guna dijadikan sebagai alat bantu di
dalam menjalani kehidupannya di dunia.
Selama ini, ukuran kecerdasan selalu
dilihat dari paradigma intelegensi (IQ). Kecerdasan seseorang bisa
dilihat dari hasil tes sehingga angka-angka memainkan peranan penting dalam penilaian siswa. Efeknya kecendrungan untuk menilai sesuatu
dilandaskan pada rasio saja, tanpa melihat pertimbangan-pertimbangan lain.
Ironis sekali, bahwa gagasan yang pada dasarnya cukup baik ini, terpaksa harus membatasi
kesempatan banyak orang
hanya karena potensi-potensi mereka tidak terukur oleh test kecerdasan (IQ).
Yang perlu ditekankan di sini pada betapa test IQ itu ternyata kurang efektif dalam menyeleksi orang
berdasarkan aspek kecerdasan.
Beberapa ahli mendefinisikan kecerdasan
sebagai berikut:
Binet dan Simon mendefinisikan :
Binet dan Simon mendefinisikan :
Intelegensia sebagai terdiri atas tiga
komponen. Pertama, kemampuan untuk mengarahkan pikiran atau
tindakan, Kedua, kemampuan mengubah arah tindakan bila
tindakan tersebut telah seleasi dilaksanakan, Ketiga, kemampuan
untuk mengkritik diri sendiri.
Dalam pengertian lain Goddard
(1946) mengatakan :
“Intelegensia sebagai tingkat kemampuan
pengalaman seseorang untuk menyelesaikan masalah-masalah yang langsung
dihadapi dan untuk mengantisipasi masalah-masalah yang akan
datang.”
Senada dengan itu, Howard Gardner (1983)
mendefinisikan :
“Inteligensia sebagai kemampuan untuk
memecahkan suatu masalah atau menciptakan sesuatu yang bernilai bagi budaya
tertentu. Sedangkan memasuki abad-21 Gardner merevisi definisinya menjadi
intelligensi adalah kemampuan yang didasarkan pada potensi biopsikologi, untuk
memecahkan suatu masalah atau menciptakan sesuatu yang bernilai bagi budaya
tertentu.”
Henmon mengatakan : “Intelegensia
terdiri atas dua faktor, yaitu kemampuan untuk memperoleh pengetahuan dan
kemampuan memanfaatkan pengetahuan yang telah diperoleh.”
Sementara LM Terman (1916) mendefiniskan : “Intelegensia sebagai kemampuan berfikir
abstrak.”
Dengan demikian, dari beberapa definisi di
atas, maka dapat
disimpulkan bahwa kecerdasan atau
intelegensi adalah kemampuan untuk bertindak secara terarah, berpikir secara
rasional, dan menghadapi lingkungannya secara efektif.
.jpg)
.jpg)